Wednesday, June 6, 2012

AL QUR'AN

Sejumlah ayat-ayat al-Quran telah memaparkan kisah dan cerita para nabi serta hayat kehidupan mereka. kerana di sebalik kisah-kisah tersebut tersimpan pelajaran-pelajaran berharga dan kisah-kisah tersebut pada hakikatnya adalah harta simpanan yang memiliki banyak rahsia dan misteri, ayat-ayat tersebut telah mendapatkan perhatian dari para sejarawan, penulis buku sejarah dan kisah-kisah para nabi as dan para peneliti kajian agama secara istimewa. Setiap dari mereka telah mengambil pengetahuan sesuai dengan kemampuan masing-masing dari mata air segar itu.
Sebelum kami memaparkan kisah-kisah para nabi a.s. dengan berlandaskan al-Quran, perlu kiranya kami kemukakan terlebih dahulu satu mukadimah penting yang dapat kita jadikan acuan dalam menelaah kisah-kisah para nabi a.s. di dalam al-Quran.
Mukadimah ini akan memaparkan pembahasan-pembahasan berikut ini:
Pertama, titik perbezaan antara kisah-kisah al-Quran dan kisah-kisah lain.
Kedua, tujuan kisah-kisah al-Quran.
Ketiga, faktor pengulangan dalam kisah-kisah al-Quran.
Perbezaan antara Kisah-kisah Al-Quran dan Kisah-kisah Lain
Secara dasar, kisah-kisah al-Quran sangat berbeza dengan kisah-kisah lainnya dari berbagai segi dan sisi. Akan tetapi, dapat dikatakan bahawa titik pembeza paling mustahak antara kedua jenis kisah itu adalah tujuan yang hendak dicapainya. Pada hakikatnya, tujuan itulah yang menjadi pembeza utama antara kedua jenis kisah itu.
Setiap orang yang ingin menceritakan atau menulis sebuah cerita, ia pasti memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapainya. Sebahagian orang sangat meminati seni cerita kerana unsur seninya belaka. Dengan kata lain, ia menekuni bidang seni ini supaya bakat seninya bertambah maju dan berkembang pesat. Sebahagian yang lain menekuni bidang seni ini dengan tujuan hanya ingin mengisi kekosongan waktunya. Dan kelompok ketiga menelusuri kehidupan seni hanya ingin mengetahui dan menukil biografi dan sejarah generasi yang telah lalu (seperti saya dan saudara).
Ringkasnya, setiap orang menekuni seni cerita ini atas dasar faktor dan dorongan tertentu, serta ingin mencapai tujuan yang diinginkannya. Hal itu dikeranakan seni cerita memiliki daya tarik khusus yang tidak dimiliki oleh seni-seni lainnya.
Al-Quran pun tidak luput dari kaedah di atas. Ia pun memiliki tujuan tertentu dalam kisah-kisah yang dipaparkannya. Yang pasti, tujuannya di balik pemaparan kisah-kisah itu tidak terlepas dari tujuan universalnya. Yaitu, hidayah dan memberikan petunjuk kepada umat manusia, mendidik mereka secara benar dalam setiap sisi kehidupan, mengadakan reformasi sosial secara mendasar, dan akhirnya menciptakan individu dan masyarakat yang soleh, berkeperibadian Ilahi, dan beriman.
Tujuan Kisah-kisah Al-Quran
Jika kita menelaah kisah-kisah al-Quran dengan saksama, kita akan memahami bahawa dengan perantara kisah-kisah itu Allah ingin menyampaikan inti penting yang dikemas dalam bentuk cerita dan kisah. Di antara tujuan-tujuan itu adalah sebagai berikut ini:
a. Membuktikan kewahyuan al-Quran dan kebenaran misi Nabi Muhammad s.a.w.; semua yang disampainya adalah wahyu yang turun dari Allah demi membimbing umat manusia ke jalan yang lurus. Dengan memperhatikan kecermatan dan kejujuran al-Quran dalam menukil kisah-kisah itu, kewahyuannya akan dapat dibuktikan. Al-Quran sendiri telah mengisyaratkan hal ini ketika ia menukil kisah-kisah para nabi, baik di permulaan maupun di akhir kisah. Ia berfirman,
“Kami akan menceritakan kepadamu cerita terbaik dengan apa yang telah Kami wahyukan al-Quran ini kepadamu meskipun sebelumnya engkau termasuk di antara orang-orang yang lupa (baca : tidak mengenal kisah itu)”. (Q.S. Yusuf [12] : 3)
Setelah menukil kisah Nabi Hud as, Ia berfirman,
“Itu semua termasuk dari berita-berita ghaib (yang) Kami wahyukan kepadamu. Sebelum ini, engkau dan kaummu tidak mengetahuinya. Maka, bersabarlah! kerana masa depan berada di tangan orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. Hûd [11] : 49)
b. Membuktikan kesatuan agama dan akidah seluruh nabi a.s.. kerana mereka semua datang dari Allah, intisari dakwah mereka adalah satu dan mereka mengajak umat manusia kepada satu tujuan. Dengan mengingatkan kembali tujuan yang satu ini, di samping ingin menegaskan kesatuan akar dakwah seluruh agama dan umat manusia, al-Quran juga ingin menekankan bahawa intisari dakwah para nabi as tidak berbeza antara satu dengan lainnya.
Tujuan ini telah sering diisyaratkan dalam beberapa ayat al-Quran. Realiti ini dapat kita telaah dalam surah al-A’râf [7] : 59, 65, 73, dan 85.
Sebagai contoh, Allah berfirman,
“Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu, ia berkata, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah, tiada Tuhan bagi kalian selain-Nya. Sesungguhnya aku takut azab yang besar terhadap kalian”. (Q.S. Al-A’râf [7] : 59)
Menyembah Allah adalah satu tujuan yang diproklamirkan oleh seluruh nabi dan rasul as.
c. Menjelaskan kesatuan tatacara dan saranan para nabi as dalam berdakwah, kesatuan sikap mereka dalam menghadapi masyarakat, bagaimana sikap masyarakat dalam menanggapi ajakkan mereka, dan kesamaan adat-istiadat yang berlaku di dalam masyarakat ketika mereka mulai berdakwah.
Realiti ini dapat kita telaah bersama dalam surah Hûd [11] : 25, 27, 50, dan 61.
d. Menceritakan pertolongan-pertolongan Ilahi terhadap para nabi a.s. dan menekankan realiti bahawa peperangan ideologi itu pasti berakhir dengan kemenangan di pihak para penolong Allah. Dengan demikian, para nabi a.s. akan semakin tegar dalam menjalankan misi mereka, dan para pengikut mereka akan lebih bersemangat untuk mengembang misi tersebut.
Realiti ini dapat kita renungkan bersama dalam surah al-‘Ankabût [29] : 14-16, 28, 34, 37, 38, 39, dan 40.
e. Membenarkan khabar-khabar gembira dan peringatan- peringatan Ilahi secara nyata dengan memberikan contoh-contoh nyata tentang hal itu. Semua itu adalah suatu implementasi dari rahmat Ilahi bagi orang-orang yang taat dan azab Ilahi bagi para pembangkang.
f. Menjelaskan rahmat dan nikmat Ilahi yang telah dicurahkan atas para nabi a.s. sebagai hasil kedekatan hubungan mereka dengan Allah. Sebagai contoh, hal ini dapat kita temukan dalam kisah Nabi Sulaiman, Daud, Ibrahim, Isa, Zakaria, dan lain-lain.
g. Mengemukakan permusuhan kuno syaitan terhadap umat manusia di mana ia selalu menanti kesempatan untuk menyesatkannya. Kisah Nabi Adam a.s. adalah sebuah contoh riil untuk hal ini.
Faktor Pengulangan Kisah-kisah Al-Quran
Salah satu pembahasan penting yang mungkin sering kita pertanyakan setiap kali kita menelaah kisah-kisah al-Quran adalah mengapa sebahagian kisah al-Quran diulangi dalam surah yang lain?
Untuk menjawab pertanyaan itu, perlu kita perhatikan dua faktor berikut ini:
a. Tujuan yang berbeza menuntut pengulangan kisah. Setiap kisah yang disebutkan dalam sebuah surah al-Quran tentunya demi mencapai sebuah tujuan tertentu. kerana terdapat tujuan lain yang berbeza dengan tujuan tersebut, hal itu menuntut supaya kisah itu diulangi lagi di surah lain demi mencapai tujuan yang lain pula. Oleh kerana itu, jika satu tujuan telah menjadi faktor untuk sebuah kisah supaya disebutkan pada sebuah surah, faktor lain yang berbeza dapat menjadi faktor tersendiri untuk kisah itu supaya disebutkan lagi di surah yang lain.
b. Kerana dakwah Islam melalui sesi yang berjenjang dan berbeza- beza, dan al-Quran juga turun sesuai dengan tuntutan setiap sesi dakwah itu, secara logik kisah yang terdapat di dalamnya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam setiap sesi dakwah itu akan mengalami pengulangan dalam beberapa surah.
Harapan kami, semoga rubrik ini dapat bermanfaat bagi kita dalam mengembang risalah Ilahiah yang suci ini dan kisah-kisah para nabi a.s. ini dapat menjadi model teladan dalam kita mengembang misi Ilahi. Amin!

6 Manfaat Mandi Dengan Air Dingin

6 Manfaat Mandi Dengan Air Dingin
Banyak yang memilih mandi dengan air hangat di pagi hari karena merasa kedinginan. 
Mandi air dingin akan mendinginkan pikiran Anda di pagi hari atau setelah seharian bekerja keras di kota yang panas. Selain itu, air dingin dapat membantu meningkatkan metabolisme, mencegah cedera pasca olahraga dan mengatur kadar asam urat dalam tubuh Anda.
Tak hanya itu, ada beberapa manfaat lain dari kebiasaan mandi dengan air dingin :
1. Kesuburan pria
Perlu diketahui bahwa panas tidak baik untuk testis pria, yang artinya dapat berpotensi menurunkan jumlah sperma. Jika Anda sedang merencanakan kehamilan, saatnya untuk mandi di air dingin.
2. Meningkatkan sirkulasi darah untuk menghilangkan racun
Air dingin dapat mengurangi sirkulasi darah saat pertama kali kontak dengan permukaan kulit. Tetapi pada saat yang sama otomatis mekanisme tubuh meningkatkan tekanan darah dan menargetkan jaringan. Hal ini menyebabkan darah beredar dengan dorongan ekstra, maka darah mengalir dengan semangat meningkatkan sirkulasi.
3. Meningkatkan metabolisme
Ketika Anda kedinginan tentu ingin menggunakan jaket. Begitu pula saat tubuh Anda dingin secara otomatis menghasilkan panas, membuat metabolisme bekerja lebih cepat. Saat itulah karbohidrat dan lemak dibakar untuk membuat Anda hangat.
4. Membangun kekebalan tubuh
Mandi air dingin dapat meningkatkan metabolisme, yang pada gilirannya meningkatkan panas tubuh. Oleh karena itu, mandi air dingin dapat menyegarkan sistem kekebalan tubuh dan melepaskan sel darah putih.
5. Menghindari cedera olahraga
Setelah berolahraga dan melatih otot, tubuh mulai meradang dan Anda butuh bersantai. Untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot, serat otot biasanya akan melebar dan berkontraksi, sehingga disarankan untuk mandi air dingin agar tidak menimbulkan cedera. Baca : Cara Menghindari Kejang otot atau Kram
6. Mengurangi nyeri
Mandi air dingin dapat mengurangi nyeri kronis, mengurangi nyeri tubuh, meningkatkan kesehatan rambut, meningkatkan fungsi ginjal, mengurangi pembengkakan dan kulit edema, menyembuhkan dan mengatur sistem saraf otonomik.

Nah, itulah tadi tips kesehatan pada posting kali ini tentang 6 Manfaat Mandi Dingin Air Dingin yang bisa kenzoo share pada para sahabat. Semoga bisa bermanfaat.

Sunday, June 3, 2012

Jamaic healthy



img
Usain Bolt (Reuters)
Kingston, Jamaika, 

Jamaika telah banyak melahirkan atlet lari yang handal, salah satunya adalah manusia tercepat di dunia yakni Usain Bolt. Menurut penelitian, orang Jamaika jago lari karena mengonsumsi ubi jalar dan pisang hijau sebagai makanan pokoknya.

Prof Errol Morrison, ilmuwan dari University of Technology di Jamaika mengungkap hal itu dalam salah satu hipotesis penelitiannya. Menurutnya, 2 jenis makanan pokok orang Jamaika tersebut memegang peran penting dalam pembinaan atlet-atlet lari.

Berdasarkan analisis biokimia dan anatomi tubuh, Prof Morrison mengungkap bahwa ubi jalar mengandung hyposteroid yang berfungsi sebagai pembangkit stamina. Sementara pisang hijau, kandungan phytate di dalamnya dapat menjaga ketersediaan cadangan energi.

"Tapi Anda tidak bisa begitu saja makan pisang terus larinya jadi cepat. Yang terjadi di Jamaika, kedua jenis makanan ini menjadi makanan pokok yang dikonsumsi sejak usia sangat dini," ungkap Prof Morrison seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (28/7/2011).

Prof Morrison menambahkan, manfaat ubi jalar dan pisang hijau bagi pelari sebenarnya tidak secara langsung membuat kecepatan larinya meningkat. Berbagai kandungan di dalamnya hanya memperbaiki metabolisme energi, yang kemudian sangat dibutuhkan untuk berlari dengan cepat.

Tentunya, makanan pokok bukan satu-satunya faktor yang membuat Jamaikan begitu mendominasi olahraga atletik khususnya lari cepat atau sprint. Masih menurut Prof Morrison, Jamaika merupakan satu-satunya negara yang memiliki pembinaan atlet lari sejak kanak-kanak.

Tak heran jika Jamaika banyak melahirkan pelari handal seperti Usain Bolt, manusia tercepat yang pernah mencetak rekor dunia di nomor lari 100 m, 200 m dan 4x100 m. Dalam kejuaraan lari internasioal tahun 2009 di Berlin, tim lari putri Jamaika juga memborong m
edali emas dan perak di nomor 100 m.<